Menu

HomeHow it worksContact UsContact Us

Hubungan Somatotipe Dan Status Gizi Dengan Performa Atlet UKM Taekwondo Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta

Zulvida Hasna Saputri, Kurnia Mar’atus Solichah, Dittasari Putriana · Borneo Nursing Journal (BNJ) · 2026

This study examined whether body type (somatotype) and nutritional status relate to aerobic performance in taekwondo athletes, measuring performance via a fitness test converted to VO2 max. The researchers found no significant relationship between any component of body type or nutritional status and the athletes' aerobic performance.
Abstract (source)

Performa atlet taekwondo dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya kapasitas aerobik (VO 2 maks) yangdiduga berkaitan dengan karakteristik somatotipe dan status gizi atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan somatotipe dan status gizi terhadap performa pada atlet UKM taekwondo Universitas ‘AisyiyahYogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakanpendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 31 atlet yang dipilih menggunakan teknik purposivesampling. Performa diukur menggunakan multistage fitness test (MFT) yang dikonversi menjadi nilai VO 2 maks,status gizi dihitung berdasarkan indeks massa tubuh (IMT), sedangkan somatotipe dihitung menggunakanformula Heath-Carter. Data dianalisis dengan uji normalitas shapiro – wilk (p > 0,05) dan uji hubunganmenggunakan uji korelasi pearson serta spearman rank dengan (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwarata rata performa atlet adalah 41,6 ± 8,5 mL/kgBB/menit dengan mayoritas performa atlet masuk kategori baik(45,2%), skor endomorf 5,1 ± 0,88, mesomorf 2,3 ± 1,51, ektomorf 2,2 ± 1,53 dengan mayoritas somatotipeektomorfik endomorf (45,2%) dan status gizi 21,8 ± 3,47 kg/m 2 dengan mayoritas IMT normal (74,2%). Hasilanalisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara komponen endomorf (r = -0,2856;p = 0,1194), mesomorf (r = 0,0614 ; p = 0,7430), ektomorf (r = -0,0171 ; p = 0,9272), maupun status gizi (r =0,1130 ; p = 0,5449) dengan VO 2 maks. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa somatotipe dan status gizi tidakmemiliki hubungan secara signifikan dengan performa atlet.

Primary studyOpen accessEndurance & Cardiovascular
Read the original →